Pengumuman Lomba Blog #BanggaiDiBanggai

Beberapa bulan kemarin, pihak Babasal Mombasa mengadakan lomba blog dengan tema #BanggaDiBanggai, dalam rangka menyambut Festival Sastra Banggai yang akan diadakan pada tanggal 20-23 April 2017 di Kota Luwuk, Sulawesi Tengah. Ada banyak sekali blogger yang turut meramaikan perlombaan ini. Setelah melewati masa kurasi oleh tim kurator Festival Sastra Banggai, akhirnya diputuskan 3 orang pemenang, yaitu:

#Juara 1:
www.ibujerapah.com
Banggai: Surga Kecil Bagi Traveller, Burung Maleo dan Pecinta Literasi
Hadiah: Tiket PP daerah asal-Luwuk (mengikuti rangkaian acara FSB), uang saku Rp. 1 Juta, dan akomodasi selama di Kota Luwuk
#Favorit 1:
www.habibisme.wordpress.com
Hal-Hal yang Membanggakan dari Banggai
Hadiah: Uang saku Rp. 750 ribu
#Favorit 2:
www.karendis.com
Rayakan Kata, Bumikan Ilmu – Banggai di Banggai
Hadiah: Uang saku Rp. 500 ribu
Selamat kepada para pemenang. Kepada blogger yang telah ikut berpartisipasi, kami ucapkan terima kasih banyak.
*Keputusan ini berdasarkan hasil diskusi tim kurasi, keputusan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

 

Merchandise FSB 2017

Menyambut FESTIVAL SASTRA BANGGAI (FSB) 2017 nanti, kami menjual merchandise berupa T-shirt dengan kata-kata manis yang bikin kalian tambah keren.

Open PO (pre order) merchandise FSB 2017
Harga kaos;
Lengan Panjang : 120k
Lengan pendek : 100k

Ayo pesan sekarang juga sebelum 10 JANUARI 2017) dengan Format order :
Nama :
Alamat :
Nmr HP :
Ukuran :
Untuk pemesanan hubungi via wa/sms;
0852 3268 7870 (Rahmad)
0821 8921 9577 (Ama Achmad)

Untuk wilayah Luwuk dan sekitarnya, T-shirt-nya bisa kami antar langsung ke rumah. T-shirt ready Januari, 20, 2017.

Membeli T-shirt ini berarti juga membantu suksesnya FSB 2017. Mari bergaya dengan T-shirt baru sekaligus berdonasi untuk FSB 2017.

*Selain kaos, kami juga menjual totte bag dan pin (desainnya menyusul).

 

(Tentang) Festival Sastra Banggai

Kali ini saya mencoba menulis sesuatu yang sangat serius yaitu tentang Festival Sastra Banggai 2017 atau yang kami singkat FSB 2017.

Saya lupa kapan tepatnya kami (Babasal Mombasa) merencanakan acara ini. Samar-samar dalam ingatan saya, ide ini muncul ketika saya dan tiga teman lain ngobrol-ngobrol tentang buku, minat baca dan kota kami yang (hampir) kehilangan identitas. Waktu itu kami sama-sama kagum (kagum sekaligus iri hati tepatnya) dengan perhelatan besar sastra di kota-kota seperti Makassar, Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Padang. Sungguh di kota yang jauh dari toko buku dan amat dekat dengan toko penjual motor ini, kami berempat bisa dibilang sunyi sendiri. Dari sini akhirnya kami nekat merencanakan perhelatan sastra yang kami beri judul Festival Sastra Banggai.

Nekat dan gila. Dua kata itu cocok dengan niat kami berempat. Modal kami cuma keinginan agar Luwuk Banggai punya identitas baru, kota dengan wisata edukasi, kota yang berbangga hati menyelenggarakan pesta kata-kata, kota yang beraksara dan seterusnya, dan seterusnya. Lalu kami membayangkan MIWF (kebetulan saya pernah diundang di sini dan seorang teman lain pernah dua kali menjadi relawan di sini), membayangkan UWRF (teman kami yang satunya pernah tinggal di Bali dan pernah melihat UWRF) sehingga kami akhirnya sepakat bahwa FSB akan meminjam konsep dari dua acara ini. Nah kegilaan dilanjutkan, kami mengumpulkan banyak orang dari macam-macam latar belakang. Orang-orang yang biasa berkegiatan, melaksanakan macam-macam acara dan mereka semuanya ternganga ketika kami menjelaskan maksud kami. Semuanya pesimis dengan angka kesuksesan acara (mengingat acara semacam ini bukan sesuatu yang mudah untuk disosialisasikan atau dipromosikan). Sudah matang benar dalam kepala orang-orang jika sastra itu adalah sesuatu yang membosankan dan tak menyenangkan. Akhirnya kami tiba pada keputusan untuk melibatkan pemerintah daerah dalam acara ini, sebab secara tidak langsung identitas Luwuk Banggai yang beraksara dimulai dari sini dan itu sudah pasti merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk mewujudkannya. Pintu terbuka serta merta kami merasakan sejuk dukungan dari pemerintah daerah. Upaya kami untuk menjelaskan ke pihak-pihak terkait selalu penuh perjuangan (baca; penuh dengan rupa-rupa model penjelasan), sebab bagi mereka perayaan sastra itu hal yang baru, mereka tak bisa membayangkan akan seperti apa bentuknya nanti. Kami pun sudah menentukan tema yaitu “Rayakan Kata, Bumikan Ilmu.” Dari tema ini kami bermaksud FSB akan melahirkan acara sastra yang tidak hanya menghibur tapi juga bermanfaat buat orang banyak.

Jejaring. Seperti laba-laba dan tokoh pahlawan berseragam merah biru itu, kami menemukan kekuatan baru di jejaring ini. Si ini membawa si itu bergabung. Si itu mengajak si anu. Seterusnya begitu, sehingga kami makin banyak dan kerja makin nyata. Baru-baru ini kami sukses mengadakan pre event pertama yang mengundang lima pemateri (dua orang dari luar Luwuk Banggai). Pre event ini dimaksudkan sebagai ajang promosi dan sosialisasi untuk FSB. Meski sempat diwarnai hujan badai (hujan dan badai dalam arti sebenarnya), acara ini terbilang sukses. Semua pulang dengan mata bengkak, kaki pegal tapi dengan senyum lebar. Di pre event kami bertemu dengan Aslan Abidin (kurator tetap MIWF) dari beliau, saya dan teman-teman akhirnya mendapat tambahan nama-nama penulis yang akan diundang. Termasuk penulis luar negeri yang menurut beliau sangat suka berpartisipasi dengan acara semacam ini.

Selanjutnya karena meminjam konsep MIWF atau UWRF kami akhirnya bersiap untuk menerima tamu-tamu penulis Indonesia yang luar biasa untuk datang ke kota kami yang ehem kata orang-orang cantik (kata orang-orang ya). Salah satu yang saya ingat seperti perkataan Aslan Abidin bahwa sungguh sayang sekali kota secantik ini tak melahirkan banyak penulis.

Ah ya kami juga membuka penerimaan relawan dari mana saja untuk berpartisipasi di FSB 2017. Formulirnya bisa kalian dapat di www.festivalsastrabanggai.com.

LOMBA MENULIS BLOG “BANGGA DI BANGGAI”

Bangga di Banggai adalah tema untuk lomba menulis blog yang diselenggarakan oleh Babasal Mombasa. Lomba ini terkait dengan pelaksanaan FSB atau Festival Sastra Banggai 2017 di kota Luwuk.

Kalian bisa menulis tentang apa yang kalian ketahui tentang pariwisata, budaya, sejarah atau apa saja tentang Luwuk Banggai.

Syaratnya mudah saja:

1. WNI domisili di Indonesia (tidak dibolehkan untuk pemegang KTP Luwuk dan sekitarnya).

2. Blog aktif selama enam bulan terakhir.

3. Setiap kata Luwuk, Banggai atau FSB harus ditautkan ke website www.festivalsastrabanggai.com.

4. Menyertakan tagar #Banggai, #FSB2017, dan #BanggaDiBanggai.

5. Batas akhir pengiriman tulisan tanggal 1 April 2017.

6. Tulisan bisa juga di-mention ke akun Twitter @BabasalMombasa atau akun @ama_achmad atau di fanpage Facebook Babasal Mombasa.

7. Pengumuman pemenang akan diumumkan di website, akun Twitter @BabasalMombasa dan fanpage Facebook Babasal Mombasa.

8. Hadiah untuk tulisan terbaik adalah tiket PP dari dan ke Luwuk, ditambah akomodasi dan uang saku. Pemenang juga akan hadir di FSB April 2017.

9. Dua pemenang favorit akan mendapat uang saku dan bingkisan dari Babasal Mombasa.

10. Tulisan harus mencakup tentang pariwisata, budaya dan kearifan lokal Banggai.

11. Tulisan harus menyertakan alasan penulis ikut serta dalam lomba menulis blog Bangga di Banggai ini.

12. Penulis diharapkan membagikan (share) tulisannya pada akun media sosial lain miliknya.

Nah, tertarik menjadi bagian dari perayaan sastra pertama di ujung timur pulau Sulawesi ini? Mari berpartisipasi dalam lomba menulis blog “Bangga di Banggai”.

#FSB2017
#LuwukKotaAksara